Etika dan Internet : Membangun Karakter Digital yang Baik – SLN 2025
by Nita Lutfiani · Published · Updated
Di era yang modern, internet menjadi salah satu
teknologi yang berkembang sangat pesat dan seringkali menjadi konsumsi
kehidupan manusia saat ini. Internet dapat menjadi wadah dalam menghubungkan
jutaan penduduk untuk berkomunikasi dalam jaringan secara cepat dan menyeluruh.
Kenyataan dalam kehidupan sekarang, internet
menjadi hal yang sangat dibutuhkan dalam mendampingi kehidupan setiap individu
mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Kecanggihan internet yang paling
terlihat seperti kecerdasan buatan atau
Artificial Intelligence (AI), media sosial, dan transaksi online, membawa perubahan besar untuk aktivitas manusia.
Ada banyak manfaat yang dapat diperoleh ketika
menggunakannya, seperti membantu proses belajar, mengerjakan tugas dan
keperluan, serta mendapatkan wawasan dalam perkembangan informasi yang luas. Di
balik itu, internet dapat menimbulkan adanya korban penyalahgunaan data online
oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Ketergantungan manusia terhadap
internet, tanpa disadari membawa bahaya dan ancaman bagi para penggunanya.
Penggunaan Internet secara berlebihan juga dapat mempengaruhi kesehatan mental
seseorang, di antaranya :
● Menimbulkan
ketidakpuasan diri
● Meningkatkan
kecemburuan sosial
● Menyebabkan kecanduan
yang berdampak pada otak
● Menimbulkan
phubbing (ketidakpedulian terhadap lingkungan) ● Menimbulkan
rasa FOMO (takut ketinggalan tren tertentu)
Dampak
dalam pemakaian internet ini tidak hanya terjadi begitu saja. Ada beberapa hal
penting yang seharusnya diketahui oleh penggunanya, karena pemakaian internet
juga membutuhkan ilmu dan terdapat aturannya sendiri. Yaitu, etika dalam
menggunakan internet.
Etika
dalam menggunakan internet
1. Gunakan
internet untuk hal positif
Gunakanlah internet untuk hal-hal yang positif dan
dapat bermanfaat untuk diri sendiri serta masyarakat sekitar. Kita dapat
memanfaatkannya dengan mencari wawasan yang lebih luas, menambah relasi
positif, membantu dalam dunia pekerjaan ataupun pendidikan, dan menjadikan
media internet sebagai bentuk kepedulian kita kepada orang lain. Dengan begitu,
internet dapat menjadi media untuk inspirasi banyak orang.
2.
Berkomunikasi dengan sopan dan santun
Dalam menggunakan internet, kita tidak lepas dari
adanya interaksi antar sesama pengguna media sosial. Maka dari itu perlu adanya
etika dalam bersosial media. Seperti
bertutur kata yang baik, hindari berkomentar dari kata-kata yang tidak
pantas, dan tidak sewenangnya memberi kritik kepada
orang lain.
3.
Menghormati orang lain
Dalam berinternet, kita sering menjumpai keberagaman
individu. Dengan
begitu, kita harus menyesuaikan diri untuk menjaga privasi dan nama baik orang
lain. Sebagaimana yang disebutkan dalam UUD Pasal
227A 1/2024 “Setiap orang dengan sengaja menyerang kehormatan atau nama
baik orang lain dengan cara menuduhkan suatu hal, dengan maksud supaya hal
tersebut diketahui umum dalam bentuk Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang dilakukan melalui sistem Elektronik”. Sanksi yang didapat
ketika melanggarnya adalah, hukuman pidana penjara maksimum 12 tahun dan/atau
denda maksimum Rp12 miliar.
Selain dari sisi hukum, menghormati dan menjaga
hubungan berinternet juga termasuk dari sikap kemanusiaan dalam menciptakan
lingkungan yang nyaman dan aman.
4.
Bijak setiap ingin mengunggah konten
Berhati-hati dalam bertindak di dunia digital, karena
data internet akan tersimpan dan dapat diakses oleh siapapun dan kapanpun.
Sehingga, kita juga harus memikirkan dengan matang dampak dari tindakan yang
kita lakukan di media digital. Ketika ingin mengunggah sesuatu di media sosial,
hindari konten yang mengandung unsur SARA, kekerasan, pornografi, dan hal-hal yang berkaitan dengan cyberbullying.
5.
Tidak menyebarkan berita hoaks atau informasi yang tidak jelas
Segala informasi bisa kita dapatkan dengan sangat mudah
berkat bantuan internet seperti berita, gambar, atau video yang kerap diakses
oleh banyak orang. Padahal, bisa saja semua itu adalah informasi yang tidak
valid atau palsu. Maka perhatikanlah setiap sumber informasi sebelum
disebarkan, dan jangan mudah percaya ketika mendapatkan informasi baru. Carilah
bukti kebenarannya serta terus berwaspada terhadap kemungkinan bahaya dan
rintangannya.
Penulis: Khalifah, Laras, Maryam, & Syauqia
Sumber Referensi Buku:
2. Buku “Panduan Berinternet Sehat dan Aman untuk Remaja” Retno Listyarti, S.Pd., M. Si. (2016)
